Penelitian
Epigallox, mitra resmi Konsep Karnus, berkomitmen menyajikan informasi dan produk yang berbasis bukti ilmiah. Halaman ini merangkum dasar keilmuan, registrasi produk, serta prinsip yang kami pegang dalam menyusun klaim.
Registrasi Produk
Seluruh produk Konsep Karnus yang kami sediakan telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI):
| Produk | Nomor Registrasi | Status |
|---|---|---|
| AG Karnus | MD 830537013020 | Terdaftar BPOM RI |
| AT Karnus | MD 273782001100185 | Terdaftar BPOM RI, bersertifikat halal |
Dasar Keilmuan Formulasi Konsep Karnus
EGCG dan teh hijau. AT Karnus mengandung 44% teh hijau serbuk, yang kaya akan katekin, terutama EGCG (epigallocatechin-3-gallate). EGCG merupakan senyawa polifenol yang paling banyak diteliti dari teh hijau, dikenal karena aktivitas antioksidan dan anti-inflamasinya. Penjelasan lebih lanjut tersedia pada artikel EGCG Itu Apa?.
Antioksidan dan radikal bebas. Formulasi produk Konsep Karnus didasarkan pada pemahaman tentang keseimbangan oksidatif, yaitu kemampuan tubuh menetralkan radikal bebas yang diproduksi metabolisme dan berasal dari lingkungan. Lihat Panduan Lengkap Antioksidan dan Apa Itu Radikal Bebas?.
Nutrisi fungsional. AG Karnus diformulasikan dari bahan pangan fungsional, yaitu tepung pisang (pati resisten), bekatul beras, oat, kolagen sapi, kakao, gelatin, dan ganggang merah, dengan kandungan protein 22,7% dan tanpa bahan tambahan pangan sintetik.
Prinsip Penyusunan Klaim
- Klaim dibatasi pada manfaat yang didukung literatur ilmiah dan registrasi BPOM.
- Kami membedakan antara bukti laboratorium, studi observasional, dan uji klinis, serta menyampaikannya secara jujur.
- Kami tidak menyatakan bahwa produk atau program kami “menyembuhkan” penyakit tertentu. Produk dan program kami dirancang untuk mendukung pola hidup sehat sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh.
- Keputusan terkait pengobatan medis sepenuhnya berada di tangan dokter Anda.
Apresiasi Ahli
Selain kisah pemulihan, sejumlah akademisi dan praktisi kesehatan turut menyampaikan tanggapannya terhadap Konsep Karnus:
dr. Sugeng Ibrahim — Wakil Dekan FK Unika Soegijapranoto
dr. Sugeng Ibrahim, M.Biomed, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Soegijapranoto Semarang, menghadiri Kuliah Konsep Karnus Angkatan 4 pada 7–8 Desember dan memberikan apresiasi serta tanggapan positif terhadap Konsep Karnus. Dalam penjelasannya, beliau menguraikan pendekatan ilmiah Konsep Karnus, terutama kaitannya dengan mekanisme imunitas dan perbaikan DNA.
dr. Efi Afifah — Dokter Umum
Dokter umum dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di Bogor memberikan pandangan profesionalnya tentang Konsep Karnus. Beliau menyoroti pentingnya memulai dari menyehatkan lambung sebagai kunci penyerapan nutrisi, serta peranannya dalam mengatasi penyakit degeneratif dan mencegah komplikasi.
dr. Jefni Anggreini — Dokter Umum
dr. Jefni Anggreini, dokter umum yang berpraktek di Depok, menyampaikan pandangannya tentang penanganan penyakit degeneratif. Menurut beliau, banyak pasien degeneratif yang penanganannya terkendala oleh kurangnya nutrisi bagi sel untuk beregenerasi. Melalui Konsep Karnus, pemenuhan nutrisi dapat tercapai dengan berjalannya fungsi lambung secara optimal, sehingga fungsi organ kembali normal dan penggunaan obat dapat dikurangi bahkan dilepaskan.
Prof. Dr. Rindit Pambayun — Guru Besar Universitas Sriwijaya
Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Sriwijaya menyatakan sangat setuju dan memberikan apresiasi tinggi kepada Konsep Karnus sebagai pendekatan ilmiah untuk kesehatan melalui perbaikan metabolisme tubuh, setelah mengikuti Kuliah Konsep Karnus pada 7–8 Desember 2019.
Lihat kumpulan lengkap video apresiasi, kuliah, dan penjelasan Konsep Karnus dari para akademisi, praktisi kesehatan, dan terapis di halaman Video Konsep Karnus.
Referensi Lanjutan
- Konsep Karnus: metodologi yang menjadi dasar pendekatan Epigallox
- Artikel-artikel ilmiah dirujuk di dalam setiap artikel pada Akademi Kesehatan Epigallox
- Informasi program: PPGK Diabetes dan PPGK Kanker