Epigallox
Kembali ke Artikel
2026-10-04

Pegagan: Herbal untuk Daya Ingat

Pegagan (Centella asiatica): penggunaan tradisional untuk daya ingat, bukti penelitian tentang fungsi kognitif, dan hal yang perlu diperhatikan.

Pegagan: Herbal untuk Daya Ingat
Klik untuk melihat gambar penuh

Intisari Artikel

  • Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman herbal yang digunakan sebagai “tonik otak” secara tradisional.
  • Meta-analisis menunjukkan potensi perbaikan memori kerja, tetapi bukti keseluruhan masih terbatas.
  • Beberapa uji klinis menunjukkan manfaat kognitif ringan pada kondisi tertentu.
  • Sebagian besar bukti berasal dari studi kecil; klaim berlebihan tidak didukung.
  • Pegagan juga digunakan untuk penyembuhan luka dan kesehatan kulit.

Apa Itu Pegagan?

Pegagan (Centella asiatica), juga dikenal sebagai gotu kola atau daun kaki kuda, adalah tanaman merambat yang tumbuh luas di Asia, termasuk Indonesia. Secara tradisional digunakan sebagai:

  • “Tonik otak”: untuk daya ingat dan konsentrasi
  • Bahan jamu untuk berbagai keluhan
  • Pengobatan luka: secara tradisional dioleskan atau dikonsumsi

Senyawa aktif utamanya adalah triterpenoid, termasuk asiaticoside, madecassoside, dan asam asiatic.

Pegagan dan Fungsi Kognitif

Meta-analisis (2022). Tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan di Nutrients menemukan bahwa suplementasi pegagan dapat memperbaiki memori kerja, tetapi bukti untuk mendukung klaim yang lebih luas masih tidak mencukupi.

Uji klinis. Beberapa uji klinis menunjukkan manfaat kognitif ringan:

  • Studi pada pasien dengan gangguan kognitif vaskular menunjukkan perbaikan fungsi kognitif dengan ekstrak pegagan (750 hingga 1.000 mg/hari)
  • Studi lain menunjukkan efek pada suasana hati dan fungsi kognitif, dengan hasil yang bervariasi

Kesimpulan yang adil: pegagan menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk memori dan fungsi kognitif, tetapi ukuran studi kecil dan bukti belum konsisten. Klaim “meningkatkan kecerdasan” atau “menyembuhkan demensia” tidak didukung.

Penggunaan Lain

  • Penyembuhan luka: penggunaan tradisional yang didukung sebagian penelitian (aktivitas pada kolagen)
  • Kesehatan kulit: krim pegagan digunakan untuk luka dan kulit
  • Relaksasi dan suasana hati: sebagian studi kecil menunjukkan efek

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Dosis dan kualitas: ekstrak standar terdaftar BPOM; konsultasikan dosis dengan tenaga kesehatan
  • Interaksi obat: pegagan dapat berinteraksi dengan obat tertentu; informasikan kepada dokter
  • Kehamilan dan menyusui: konsultasikan terlebih dahulu
  • Penyakit hati: penggunaan jangka panjang pada dosis tinggi perlu kehati-hatian
  • Klaim berlebihan: waspadai produk yang menjanjikan “mencerdaskan otak”

Pegagan sebagai Herbal vs Suplemen

  • Sebagai sayur/lalapan: pegagan dapat dikonsumsi sebagai bagian pola makan tradisional (lalapan, jus)
  • Suplemen ekstrak: konsentrasi lebih tinggi; manfaat penelitian dicapai dengan dosis tertentu yang perlu dipertimbangkan

Apa yang Diketahui Sains

  • Meta-analisis Nutrients (2022): pegagan dapat memperbaiki memori kerja; bukti keseluruhan masih tidak mencukupi.
  • Uji klinis (2016) pada gangguan kognitif vaskular menunjukkan perbaikan fungsi kognitif.
  • Studi Scientific Reports (2017) mengulas efek pegagan pada fungsi kognitif dan suasana hati.
  • Konsensus: potensi menjanjikan, tetapi klaim perlu disikapi seimbang, bukan obat “penyembuh” gangguan kognitif.

Cara Menerapkannya Sehari-hari

  1. Menggunakan pegagan sebagai lalapan atau bahan jus dalam jumlah wajar.
  2. Tidak menggantikan pengobatan medis dengan pegagan.
  3. Memilih produk terdaftar BPOM bila mempertimbangkan suplemen.
  4. Konsultasikan dengan dokter, terutama jika minum obat atau memiliki kondisi medis.
  5. Waspadai klaim berlebihan tentang “pelejit daya ingat”.

Lanjutan bacaan: Panduan Herbal dan Nutrisi Alami, Daun Kelor, dan Mindfulness.

Artikel Terkait

Semua Artikel

Tertarik dengan Produk Kami?

Hubungi kami langsung via WhatsApp untuk rekomendasi yang sesuai kebutuhan Anda.

Hubungi via WhatsApp