Epigallox
Kembali ke Artikel
2026-08-28

Peran Nutrisi Selama Terapi Kanker

Peran nutrisi selama menjalani terapi kanker berdasarkan panduan ilmiah: mencegah penurunan berat badan, kebutuhan protein, dan mengelola efek samping, selalu bersama tim medis.

Peran Nutrisi Selama Terapi Kanker
Klik untuk melihat gambar penuh

Baca Dulu Intinya

  • Nutrisi yang baik selama terapi kanker membantu mempertahankan berat badan, kekuatan, dan kualitas hidup.
  • Mencegah penurunan berat badan yang tidak diinginkan adalah prioritas utama, bukan diet ketat.
  • Kebutuhan protein umumnya meningkat selama terapi.
  • Panduan nutrisi harus bersifat individual dan disusun bersama tim medis atau ahli gizi.
  • Waspadai klaim “diet penyembuh kanker”, yang tidak didukung bukti dan dapat berbahaya.

Mengapa Nutrisi Penting Selama Terapi?

Terapi kanker (kemoterapi, radioterapi, atau pembedahan) memberikan beban besar pada tubuh. Nutrisi yang cukup membantu:

  • Mempertahankan berat badan dan massa otot
  • Mendukung pemulihan dan penyembuhan luka
  • Menjaga kekuatan dan energi
  • Mempertahankan toleransi terhadap terapi
  • Meningkatkan kualitas hidup

Sebaliknya, penurunan berat badan yang tidak diinginkan dan kekurangan gizi selama terapi dikaitkan dengan hasil yang lebih buruk.

Prinsip Utama: Cegah Penurunan Berat Badan

Panduan ESPEN (European Society for Clinical Nutrition and Metabolism) dan berbagai pedoman menekankan bahwa mencegah penurunan berat badan yang tidak diinginkan adalah prioritas nutrisi utama selama terapi. Prinsipnya:

  • Asupan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat
  • Asupan protein yang cukup untuk mempertahankan massa otot
  • Makan dalam porsi kecil tapi sering bila nafsu makan menurun
  • Menggunakan makanan padat energi dan protein bila diperlukan

Penurunan berat badan pada penderita kanker dapat terjadi melalui berbagai mekanisme, termasuk efek terapi dan perubahan metabolisme, sehingga pemantauan berat badan secara teratur sangat penting.

Kebutuhan Protein

Kebutuhan protein selama terapi umumnya lebih tinggi dari kebutuhan normal, sekitar 1,2 hingga 1,5 gram per kilogram berat badan per hari menurut panduan ESPEN, dengan penyesuaian individual. Sumber protein:

  • Telur, ikan, unggas, daging tanpa lemak
  • Kacang-kacangan, tahu, tempe
  • Susu dan produk olahannya
  • Protein nabati lain

Bagi yang sulit makan, suplemen nutrisi oral dapat dipertimbangkan atas saran ahli gizi.

Mengelola Efek Samping yang Memengaruhi Makan

Efek samping terapi sering memengaruhi nafsu makan:

  • Mual dan muntah: makan dalam porsi kecil dan sering, makanan yang tidak berbau menyengat
  • Luka mulut: makanan lunak, tidak terlalu panas, dan tidak asam
  • Sembelit atau diare: sesuaikan serat dan hidrasi
  • Perubahan rasa: variasikan bumbu dan suhu makanan
  • Kelelahan: siapkan makanan praktis atau minta bantuan keluarga

Setiap efek samping memiliki pendekatan nutrisi yang spesifik; konsultasikan dengan tim medis atau ahli gizi.

Hal yang Harus Dihindari

  • Diet “anti-kanker” ekstrem: puasa berkepanjangan, diet ketogenik ketat tanpa pengawasan, atau menghindari kelompok makanan tertentu secara drastis dapat menyebabkan kekurangan gizi
  • Suplemen dosis sangat tinggi: beberapa antioksidan dosis tinggi justru dapat mengganggu efektivitas terapi tertentu; konsultasikan sebelum mengonsumsi suplemen apa pun
  • Informasi tanpa dasar ilmiah yang menjanjikan kesembuhan melalui makanan tertentu

Panduan ESPEN mencatat bahwa diet ketogenik dapat menyebabkan asupan energi yang tidak mencukupi dan penurunan berat badan, sehingga tidak direkomendasikan tanpa pengawasan.

Nutrisi Setelah Terapi

Setelah terapi selesai, pola makan sehat tetap penting: kaya sayur, buah, biji-bijian utuh, dan protein berkualitas, serta menjaga berat badan yang sehat. Tinjauan pedoman nutrisi (2024) menunjukkan konsistensi semua pedoman utama dalam merekomendasikan pola makan sehat setelah pengobatan.

Bukti dari Studi Klinis

  • Panduan ESPEN (2017) menetapkan skrining malnutrisi dan pencegahan penurunan berat badan sebagai prioritas pada penderita kanker.
  • Pedoman ACS dan pedoman nutrisi internasional menekankan asupan protein 1,2 hingga 1,5 g/kg/hari selama terapi.
  • Tinjauan Journal of Nutrition (2024) menunjukkan semua pedoman utama mendukung pola makan sehat kaya buah dan sayur setelah pengobatan.
  • Konsensus: pendekatan nutrisi harus individual, tidak ada “satu diet untuk semua”.

Praktik Harian yang Aman

  1. Berkonsultasi dengan ahli gizi sebagai bagian dari tim perawatan.
  2. Memantau berat badan secara teratur: laporkan penurunan yang tidak diinginkan.
  3. Mengutamakan protein pada setiap menu makan.
  4. Makan dalam porsi kecil dan sering bila nafsu makan menurun.
  5. Tidak mengikuti diet ekstrem atau suplemen tanpa bukti: diskusikan dengan dokter.

Lanjutan bacaan: Memahami Kanker, Pola Makan untuk Menjaga Kesehatan, dan Menjaga Kualitas Hidup Penderita Kanker.

Artikel Terkait

Semua Artikel

Ingin Pendampingan Lebih Terarah?

Pelajari program PPGK Kanker — pendampingan penerapan nutrisi dan gaya hidup sehat bersama tim kami.

Lihat Program

Tertarik dengan Produk Kami?

Hubungi kami langsung via WhatsApp untuk rekomendasi yang sesuai kebutuhan Anda.

Hubungi via WhatsApp