Cara Membaca Label Nutrisi
Panduan membaca label nutrisi produk pangan: ukuran penyajian, kalori, gula tambahan, natrium, dan persentase kecukupan gizi, agar pilihan belanja lebih sehat.
Makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) dibutuhkan dalam jumlah besar. Artikel ini membahas fungsi masing-masing, takaran yang dianjurkan, dan pentingnya kualitas sumber.
Makronutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar (dalam gram) dan menjadi sumber utama energi serta bahan penyusun tubuh. Terdapat tiga jenis:
Berbeda dengan mikronutrien (vitamin dan mineral) yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, makronutrien diukur dalam gram dan menyumbang hampir seluruh asupan energi harian.
Karbohidrat dipecah menjadi glukosa, bahan bakar utama sel, terutama otak dan otot. Terdapat dua kategori utama:
Karbohidrat kompleks: biji-bijian utuh, kacang-kacangan, sayur, dan buah. Kaya serat, dicerna lebih lambat, dan memberikan energi yang stabil.
Karbohidrat sederhana: gula tambahan, minuman manis, dan makanan olahan. Dicerna cepat, dapat menyebabkan lonjakan gula darah, dan umumnya rendah zat gizi.
Menurut Dietary Reference Intakes, karbohidrat sebaiknya menyumbang 45 hingga 65% total energi harian, dengan penekanan pada sumber kompleks dan pembatasan gula tambahan.
Protein berperan membangun dan memperbaiki jaringan, seperti otot, kulit, enzim, dan hormon. Protein terdiri atas asam amino; tubuh memproduksi sebagian, dan sebagian lagi (asam amino esensial) harus diperoleh dari makanan.
Sumber protein berkualitas:
Takaran yang dianjurkan 10 hingga 35% energi dari protein. Kebutuhan aktual bervariasi menurut usia, aktivitas, dan kondisi; atlet dan lansia umumnya membutuhkan lebih banyak.
Lemak adalah sumber energi paling padat dan komponen penting membran sel, serta membantu penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, K). Yang menentukan dampak lemak pada kesehatan adalah jenisnya:
Lemak sehat:
Lemak yang dibatasi:
Lemak dianjurkan menyumbang 20 hingga 35% energi harian.
Pesan utama dari berbagai pedoman gizi: kualitas sumber makronutrien lebih penting daripada sekadar persentase. Karbohidrat dari nasi putih dan gula berbeda dampaknya dari karbohidrat dari beras merah dan sayur. Protein dari daging olahan berbeda dari protein dari ikan dan kacang-kacangan. Lemak dari gorengan berbeda dari lemak dari alpukat dan ikan.
WHO menekankan prinsip kecukupan (memenuhi kebutuhan tanpa berlebih) dan keseimbangan dalam pedoman pola makan sehatnya.
Pendekatan diet ekstrem yang menghilangkan satu makronutrien sepenuhnya umumnya tidak berkelanjutan dan tidak didukung bukti jangka panjang.
Lanjutan bacaan: Panduan Nutrisi Alami, Mikronutrien, dan Serat dan Kesehatan Pencernaan.
Panduan membaca label nutrisi produk pangan: ukuran penyajian, kalori, gula tambahan, natrium, dan persentase kecukupan gizi, agar pilihan belanja lebih sehat.
Prebiotik: serat yang menjadi makanan bakteri baik di usus, jenis dan sumbernya, perannya bagi mikrobioma dan kesehatan, serta perbedaannya dengan probiotik.
Peran air bagi tubuh: fungsi vitalnya, apa yang terjadi saat dehidrasi, dan mengapa air adalah bagian penting dari nutrisi harian.
Hubungi kami langsung via WhatsApp untuk rekomendasi yang sesuai kebutuhan Anda.
Hubungi via WhatsApp